Tampilkan postingan dengan label tips komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips komputer. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2009

TIPS MERAKIT KOMPUTER

Sebelum mulai merakit komputer, maka persiapkan dulu komponen-komponennya, seperti casing (termasuk catu daya), motherboard, processor, heatsink dan kipasnya, memory, kartu grafis (VGA/AGP), harddisk, CDROM/DVDROM, floppy disk drive, monitor, speaker, keyboard dan mouse. Persiapkan pula berbagai alat tangan seperti obeng, tang dan pinset. Langkah-langkah untuk merakit PC secara umum adalah seperti berikut ini.

1. Menyiapkan dan Mengamati Motherboard.

  1. Siapkan Motherboardnya dan amati bagian-bagiannya dengan seksama. Apabila perlu tulislah posisi komponen yang ada padanya agar lebih paham.

b. Seteleh itu buka pengunci socket processor.

2. Ambil Processor.

  1. Perhatikan bahwa processor mempunyai tanda pada salah satu sudutnya, dalam hal ini biasanya ditandai dengan lekukan, lubang atau anak panah.
  2. Cocokan tanda tersebut dengan tanda yang ada pada socket processor.
  3. Jika saudara melakukan hal tersebut di atas dengan tepat, maka processor akan dapat dimasukkan ke socketnya dengan baik dan benar.
  4. Kunci kembali socket tersebut, dengan cara menekan tuas kebawah dan mengaitkan pada pengunci yang ada.

3. Memasang Heatsink dan Kipas Pendingin.

  1. Heatsink dan kipas angin biasanya sudah dirangkai menjadi satu, sehingga kita hanya tinggal memasangnya dan untuk memasangnya sangatlah mudah.
  2. Sebelum memasang, perhatikan posisi kabel daya untuk kipas dengan lokasi connector dayanya. Cari jarak terpendek agar kabel daya itu tidak bersinggungan dengan kipas.
  3. Dalam contoh heatsink Pentium 4 kali ini bentuk pendinginnya adalah bulat dan terdapat 4 buah pengunci pada 4 titik disekeliling pendingin.
  4. Pasanglah heatsink tersebut dengan cara meletakkannya tepat di atas processor dan sesuikan dudukan pendingin pada motherboard yang ada.
  5. Kunci 4 titik pada pendingin tersebut dengan cara tekan dan putar searah dengan jarum jam menggunakan obeng plus (+).

4. Memasang Memory

  1. Untuk memasang memory, maka bukalah pengunci slot memory di kedua sisinya pada motherboard.
  2. Perhatihkan bahwa setiap keping memori memiliki celah pada sisi bawahnya. Pada praktek kali ini kita menggunakan double data rate random access memory (DDRAM). Ada jenis RAM yang lain, tetapi saat ini susah ditemukan di pasaran dalam keadaan baru yang disebut dengan syncronous dynamic random access memory (SDRAM).
  3. Cocokkan celah ini dengan slot memori. Jika saudara memaksakan memasang memory dengan arah yang salah, maka dapat merusakkan memory atau bahkan motherboardnya.
  4. Tekan keping memori pada kedua sisinya sehingga terdengar bunyi "klik", dan penguncinya akan menutup dengan sendirinya.

5. Menyiapkan Casing.

  1. Siapkan casing yang akan digunakan.
  2. Letakkan di atas meja atau tempat lain yang dianggap aman.
  3. Lepas sekrup yang ada pada bagian belakang, kemudian buka panel sampingnya dengan hati-hati.
  4. Cocokkan posisi motherboard dengan dudukan yang ada pada casing.
  5. Pastikan kaki-kaki tersebut akan mendukung motherboard saudara di bagian yang membutuhkan tekanan kuat, seperti socket processor atau slot memory. Jangan lupa setiap dudukan motherboard yang ada lubang bautnya harus dikasih sekrup/baut, agar kedudukannya kuat (tidak goyah).

6. Memasang Motherboard.

  1. Siapkan sekrup-sekrup yang digunakan dan obeng, kemudian pasang motherboard saudara dengan benar pada dudukan yang tersedia.
  2. Kuatkan (putar searah dengan jarum jam) semua sekrup yang digunakan untuk motherboard tersebut dengan baik dan benar.

7. Menyiapkan Harddisk

  1. Ambil harddisk saudara, dan perhatikan bagian jumpernya. Pada jumper akan terdapat pilihan Master, Slave atau Cable Select. Informasi ini dapat ditemukan pada permukaan harddisk.
  2. Pasang jumper pada posisi sesuai dengan yang diinginkan. Jika perlu siapkan pinset untuk mencabut dan memasang jumper pada harddisk.

8. Memasang Harddisk ke Casing.

  1. Beberapa casing manggunakan sistem bracket yang dapat dilepas untuk memudahkan dalam pemasangan harddisk dan floppy drive.
  2. Pilihlah sekrup yang sesuai, jangan sampai terlalu besar atau terlalu panjang, kemudian pasang sekrup tersebut pada dudukan harddisk dengan baik dan benar.

9. Menghubungkan Harddisk ke Motherboard.

  1. Perhatikan bahwa terdapat dua tipe kabel data IDE, yaitu 40-wire dan 34-wire. Kabel 40-wire digunakan untuk harddisk, dan kabel 34-wire digunakan untuk flopy disk drive (FDD).
  2. Pemasangan kabel data ini tidak boleh terbalik. Pada salah satu sisi biasanya terdapat kabel dengan warna merah yang menandakan pin nomor 1.
  3. Posisi ini juga ditandai di harddisk. Normalnya posisi pin 1 pada harddisk (kabel warna merah) berada tepat di sebelah connector daya (warna merah pula).

10. Memasang Floppy Disk Drive (FDD).

  1. Memasang Floppy drive, hampir sama dengan memasang harddisk, kecuali untuk beberapa model casing yang memisahkan tempat floppy dan harddisk.
  2. Beberapa tipe casing, kemungkinan perlu untuk membuka panel depannya terlebih dahulu sebelum memasang floppy disk drive.

11. Menyiapkan CD / DVD Drive.

  1. Seperti halnya harddisk, CD / DVD drive juga menggunakan jumper untuk posisi Master dan Slave. Atur jumper tesebut pada posisi yang diinginkan.
  2. Apabila hanya terdapat sebuah harddisk, maka jumper berada pada posisi Master.
  3. Seandainya terdapat 2 buah harddisk pada satu computer dan keduanya diaktifkan, maka 1 harddisk dijadikan Master dan harddisk satunya harus diatur pada posisi Slave

12. Memasang CD / DVD drive.

  1. Untuk memasang CD / DVD drive biasanya kita perlu melepas panel depan casing terlebih dahulu, atau tergantung juga jenis dan model casing yang digunakan.
  2. Membuka penutup drive yang ada pada panel depan.
  3. Pasanglah CD/DVD drive dengan benar, kemudian tutup kembali panel depan (jika menggunakan panel depan).

13. Menghubungkan CD / DVD drive ke Motherboard.

  1. Pemasangan kabel data IDE dari CD/DVD ke motherboard sama dengan pemasangan harddisk.
  2. Pasang connector CD / DVD, dan ujung satunya lagi ke motherboard, pada connector yang bertuliskan CD.
  3. Jangan lupa untuk selalu merapikan kabel-kabel tersebut agar tidak saling terkait dan "semrawut". Atur lintasan dan jalur kabel dengan rapi, jika perlu ikatlah agar lebih rapi dan enak dipandang mata.

14. Menghubungkan Kabel Connector pada Motherboard.

  1. Sekarang kita perlu menyambung kabel-kabel dari casing ke motherboard.
  2. Kabel ini terdiri dari switch daya, indikator harddisk, indikator daya, tombol reset dan speaker, seperti tampak pada gambar berikut ini.
  3. Untuk casing yang menyediakan panel depan, misalnya universal serial bus (USB), maka kabel-kabelnya juga harus dihubungkan ke motherboard agar dapat berfungsi dengan normal.

15. Menghubungkan Kabel Daya.

  1. Setelah semua terpasang, maka langkah selanjutnya adalah menghubungkan kabel daya dari catu daya ke motherboard, harddisk, FDD dan CDROM.
  2. Untuk motherboard Pentium 4, biasanya paling tidak ada 2 connector daya yang harus dipasang.
  3. Kemudian sambungkan juga kabel-kabel daya ke hardisk, floppy, dan CD/ DVD. Jika casing saudara menggunakan kipas pendingin, maka hubungkan ke catu daya atau ke motherboard, sesuai dengan connector yang dimiliki.

16. Siapkan Komponen-Komponen Bagian Luar.

  1. Jika komponen bagian dalam sudah beres, maka sekarang giliran komponenkomponen bagian luar, seperti monitor, keyboard, mouse dan speaker.
  2. Untuk komponen-komponen ini, kita tinggal menyambungkan kabel-kabelnya saja pada terminal yang telah ditentukan, misalnya keyboard, mouse, speaker dan lain-lainnya.
  3. Jangan lupa untuk kabel-kabel daya, baik untuk bagian casing maupun monitor.

17. Memeriksa Catu Daya.

  1. Periksalah dengan seksama untuk catu daya yang digunakan. Tegangan normalnya adalah 220 – 230 Volt. Apabila disediakan switch, maka pindahkan switch ke sumber tegangan yang sesuai.
  2. Beberapa power supply dilengkapi dengan pemindahan tegangan (switch) antara 110 atau 220 Volt.

18. PC Saudara Sudah Siap.

  1. Sekarang PC saudara sudah benar-benar siap, dan bisa di ON kan power Supplynya.
  2. Kalau belum mau ON periksa sekali lagi pengkabelan daya (sumber tegangan) yang digunakan untuk mensupply perangkat computer tersebut.


http://tipstrick-komputer.blogspot.com/2009/04/tutorial-merakit-komputer.html

Tips Membeli Laptop Bekas

Untuk mendapatkan laptop bekas yang ideal, hal-hal berikut perlu diperhatikan:

1. Usahakan membeli di toko. Jika anda membeli langsung dari pemilik laptop, sebisa mungkin anda harus mengenali orang tersebut. Karena jika ada masalah di kemudian hari, anda bisa meminta konfirmasi ke pemiliknya. Biasanya ada masalah pada sistem terkait password yang digunakan pemilik sebelumnya. Anda harus memastikan semua informasi yang diberi password sudah anda miliki.

2. Tetapkan dana sesuai kemampuan anda. Harga laptop bekas bervariasi, mulai dari Rp3 juta sampai Rp5 juta, tergantung kondisi fisik laptop.

3. Periksa kondisi baterai. Ketika membeli, usahakan agar meminta laptop dinyalakan terlebih dahulu. Tunggu beberapa lama hingga dirasa cukup mengenali daya tahan baterai. Jika baterai hanya bisa bertahan kurang dari satu jam maka laptop sedang tidak berada di kondisi yang bagus. Dengan demikian, anda bisa menawar lebih rendah lagi.

4. Periksa kelengkapan laptop seperti charger, CD Driver, dan buku manual. Usahakan semuanya masih lengkap. Kalau kurang, sebaiknya tidak usah dibeli karena bisa merepotkan. Walhasil, anda tidak akan bisa menggunakan laptop dengan sempurna.

5. Perhatikan spesifikasi. Hal ini bisa dilihat dari jenis prosesor yang dipakai, besaran memori, hingga jenis kartu grafis. Jika sebuah laptop sudah mencantumkan logo Intel Centrino, berarti di dalamnya sudah terkandung komponen khusus yang memungkinkan laptop mengakses data secara nirkabel.

6. Saat anda membeli laptop bekas, perhatikan juga sisi-sisi pada layarnya, apakah banyak titik piksel yang mati atau tidak. Semakin banyak titik yang mati maka mutu laptop akan semakin menurun.

7. Garansi. Biasanya laptop bekas ada garansi dari toko, sekitar satu bulan. Jika ada masalah sampai di rumah dan masih dalam waktu garansi, anda bisa meminta pertanggungjawaban toko.

8. Lihat isi sistem. Apakah masih berjalan dengan baik atau banyak eror. Kalau ternyata sistem operasinya bermasalah, instal ulang saja di toko bersangkutan.



http://prajab3273302009.wordpress.com/2009/05/07/tips-membeli-laptop-bekas/

Trik dan Tips Komputer

mengambalikan pass user XP

Pada komputer, terutama jiak komputer tersebut digunakan oleh beberapa user, biasanya terdapat beberapa account user dengan tipe account yang berbeda dalam sistem operasinya. Misalnya administrator, limited, ataupun sekedar guest. Jika suatu saat Anda perlu mengubah sesuatu pada sistem operasi anda, tentu anda perlu mengakses sistem operasi tersebut menggunakan account user administrator atau user dengan hak administrator. Kalau anda ingat password yang anda gunakan, tentu tidak masalah. Tetapi kalau anda lupa password-nya, berikut ini salah satu cara yang mungkin bisa anda gunakan. memang cara ini belum tentu berhasil disemua PC, namun siapa tahu berhasil di PC anda. Berikut langkah-langkahnya :Hidupkan komputer anda dalam keadaan Safe Mode.Setelah tiba di user menu.

menonaktifkan USB Driver

Saat sekarang, hampir setiap orang yang pekerjaannya berkaitan dengan penggunaan komputer sudah memiliki USB Drive. Menggunakannya pun tidak sulit, tinggal colok ke port USB, perangkat akan dikenali sebagai drive baru. Dalam lingkungan kerja, bisa saja kejadian seperti seorang teman yang dengan telatennya menyalin apa-apa yang dianggap menarik dari komputer yang biasa kita gunakan ke USB Drive-nya, saat mengetahui kita sedang keluar sejenak untuk minum kopi di kantin. Atau sebaliknya, dia menyalin “program kejutan” dari USB Drive-nya ke komputer kita. Jika kita pengguna Windows XP yang biasa meninggalkan komputer dalam keadaan login dan ingin membatasi pendeteksian otomatis terhadap USB drive, dapat menggunakan cara berikut. Karena cara ini dilakukan dengan mengedit registry.

Tips dan Trik Hp

Tips membersihkan body handphoneGunakan bahan yang ringan dan halus tuk membersihkannya, seperti kain lap kacamata. Dan jangan gunakan cairan yang keras seperti silikon, gunakan saja cairan pembersih kacamata tuk membersihkan body handphone.Tips Sim Card error Biasanya gara2 keseringan gonta ganti kartu, sim card yang kita gunakan kadang2 menjadi eror. Kalo aq sih untuk pertolongan pertama biasanya bagian chip nya pada sim card itu ta gosok pake penghapus,entah untuk apa,atas saran seorang temen juga. Biasanya kalau goresan pada chip tidak parah parah sekali, setelah digosok pake penghapus sebentar,sim card bisa digunakan lagiTips mencegah pencurian dataBluetooth sebaiknya jangan di posisikan pada kondisi ON terus. Dan visible nya di set ke OFF, hanya di ON di saat saat yang dibutuhkan,set



http://13say.blogspot.com/2009/05/trik-dan-tips-komputer.html

Rabu, 06 Mei 2009

Tips Aman Dari Serangan Virus Tanpa AntiVirus

Pastikan bahwa antara ekstensi file Hal terpenting yang harus kita miliki sebenarnya bukan Antivirus yang super. Namun yang harus ada adalah “kemampuan” dan “pengetahuan” karena kedua unsur itulah yang akan menjadi “Antivirus Paling Super”.

Fahami bagaimana virus bekerja, fahami sistem dan kamu akan tau bagaimana cara membasmi mereka. Jangan tunggu sampai terinfeksi, sedini mungkin berusahalah untuk melakukan pencegahan. Antivirus mungkin masih dibutuhkan untuk mencegah masuknya virus-virus lama, namun sekali lagi hal yang terpenting adalah “kemampuan” dan “pengetahuan”.

Berikut ini tips-trik sederhana pencegahan serangan virus yang mungkin bermanfaat untuk anda:

1. Waspadai file-file asing

dan logo icon file yang ditampilkan sesuai. Beberapa virus meniru icon msword dan icon file-file gambar untuk mengelabuhi user. Bahkan ada yang meniru icon Folder seperti virus w32/kumis.A misalnya.
- Jangan membuka file-file asing yang tidak kamu ketahui secara jelas asal usulnya dan dampak bagi komputermu.
- Jangan membuka folder yang dirasa asing. Pastikan apakah folder asing itu benar-benar folder ataukah file .exe yang memakai icon folder.
- Hati-hati terhadap file-file .vbs dan .bat yang terenkripsi. Sebelum menjalankannya sebaiknya decrypt dulu codenya (baca artikel “Tehnik Enkripsi Virus VBS” di artikel terdahulu).
- Waspada terhadap file-file web seperti html, htm, php, asp dll… Seelum kamu membuka file-file tersebut yang kamu dapat dari Internet, terlebih dahulu bukalah file-file tersebut dengan menggunakan notepad. Setelah dirasa aman dari script asing, barulah buka dengan browser.

2. Periksa dan lindungi file-file system.

File-file .ini dan Autoexec.bat adalah sasaran empuk bagi virus. Kamu bisa melindungi file-file tersebut dari perubahan dengan menggunakan aplikasi pengaman komputer seperti FileVault (bisa kamu dapatkan di halaman Untility). Filevault disamping mengamankan data-data pentingmu juga akan mengamankan file-file system.

3. Disket


Dari hasil penelitian ternyata virus-virus yang paling meluas penyebarannya adalah virus yang mampu menyebarkan dirinya melalui disket. Hal ini terjadi dikarenakan pada umumnya pengguna komputer di Indonesia masih menggunakan disket sebagai alat penyimpanan data sementara. Jangan lansung membuka disket dengan menggunakan Windows explorer!! Masuklah ke A:\ melalui DOS terlebih dahulu kemudian hapuslah file Folder.htt (biasanya beratribut Hidden). Mengapa harus menghapus folder.htt?? Karena file folder.htt kerapkali menjadi sasaran virus untuk menyisipkan kode jahatnya. Why?? Karena file ini akan otomatis tereksekusi saat kamu membuka suatu folder atau drive.


4. Task Manager, MsCONFIG, StartUp, Registry


- Komputer sering hang?? Periksalah Taskmanager (ctrl+alt+del) dan lihatlah aplikasi apa saja yang sedang berjalan, siapa tau ada “utusan” Virus disana. Jika ada aplikas asing, lansung ajah EndTask.
- Periksa juga MsConfig (start – Run ketik msconfig) pada tab startup. Hilangkan centang pada aplikasi yang tidak penting. Jika ada aplikasi yanga asing, segera hilangkan centang di kotak sebelahnya lalu masuklah ke registry (start – Run ketik regedit) dan hapus valuenya (baca artikel tentang registry di tutorial-tutorial sebelumnya).
- Direktory startup (start-programs-startup) juga harus sering-sering diperiksa karena semua file yang ada di direktory ini akan otomatis dijalankan saat windows startup. Jika ada file asing di directory ini, segera hapus!!


http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/achsan/2009/05/06/tips-aman-dari-serangan-virus-tanpa-antivirus/